Kamis, 11 Oktober 2012

~rindu pada masa yang tidakku tahu dan itu telah berlalu~


09, Juli 2012
 
Seharusnya dari judul di atas sudah dapat menggambarkan apa yang ingin aku sampaikan. Ini bukan semata-mata untuk men-jatuh-kan, men-jelek-kan, me-nyalah-kan, me-ngadudomba-kan, men-cari kambing hitam, atau apalah. Tapi ini hanya bisikan dalam hati yang ‘heran’ dengan apa yang terjadi. Ya, heran. Kenapa aku bisa rindu pada masa-masa yang aku sendiri belum pernah melaluinya. Semoga perlahan bisa kita resapi dan mulai benahi.
Kawan, aku tahu betapa kalian sangat gembira BSA kembali hijau. Perjuangan yang tak sia-sia hanya dapat dilihat dari hasil akhir bukan ?! iya, perjuangan menghijaukan BSA itu tidak sia-sia kawan. Sangat tidak. Bahkan sekalipun hanya karena ‘satu angka’ yang entah jika saat itu aku masih berfikir untuk tidak mengunjungi TPS masihkah BSA hijau ??!
Nyaris bukan, nyaris sekali hijau kecolongan. Pahamilah jika bukan karena kekuatan Allah dan insan yang senantiasa konsisten dalam ke-hijauan, bukankah sangat memungkinkan terjadi sesuatu yang tidak kawan-kawan inginkan. (read: kekalahan) ?! (maaf menggunakan kata kawan-kawan bukan –kita-, krn jujur saya sendiri tidak mengharapkan kemenangan ataupun kekalahan). Seperti yg pernah saya katakan ketika sambutan pelantikan, “Saya tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”. Ya, saya hanya berusaha berbaik sangka pada Allah, jika ini musibah pastilah sesuatu tidak menyenangkan terjadi. Tapi jika ini rahmat, maka pasti suatu kebaikan yang terjadi.
Ternyata, belakangan saya baru paham, saat ini mungkin memang hijau –seperti- dalam kemunduran. Tapi tidak bisa dipungkiri kan? dalam perjalanannya hijau selalu seperti itu, ketika nyaris tertidur selalu saja ada yang membangunkan kan ?! Dan satu hal lain yang saya pahami, meskipun hijau cukup sering nyaris tertidur tapi tetap  ada dan tetap bergerak karena hijau memiliki perbedaan.  ‘I’ yang berbeda.

Sungguh, sangat berat jika dibayangkan ketika berada dalam masa PEMBENAHAN padahal saya tidak mengerti sama sekali. Atau mungkin bisa dibilang masa kemunduran lantas hilang ?! Hanya kita tinggal tentukan mengartikan semua ini sebagai rahmat atau musibah. Kawan. Jika kawan2 berfikir bahwa tidak perlu ada yang dibenahi, lantas mengapa saat ini –saya pribadi- merasakan kehampaan aroma hijau ?? Jika tidak ada yang harus dibenahi, kenapa ada yang dijudge ‘kader sampah’ ? Jika tidak ada yang harus dibenahi, bagaimana mungkin ada rasa saling benci, atau minimal segan untuk saling berbagi bahkan acuh untuk sekedar bertegur sapa ? padahal kita dalam satu wadah yang sama. Jika tidak ada yang harus dibenahi, mengapa ada yang bergerak setengah hati ? Jika tidak ada yang perlu dibenahi, aahh.
Hijau untuk semua ?! atau semua untuk hijau ?!
Sudahkah terpikirkan kawan, penyebab semua itu ? hanya satu sebab yang saya tahu pasti. Kekuasaan. Setiap kita haus akan kekuasaan, padahal sudah sangat jelas dalam Al-Qur’an, kekuasaan merupakan ujian. Terlena bukan ?! kita terlena berada di atas tidak ingat bahwa kekuasaan yang kita raih itu merupakan ujian besar. Ujian yang belum kita sadari perlahan-lahan mengikis aroma hijau. Keberadaan di atas melupakan ‘esensi’ keberadaan kita di atas. Kita, sepertinya baru bisa menjadi hijau yang hanya hijau itu sendiri yang merasakan aromanya. Bukankah baiknya, dari hijau, oleh hijau dan (warna lain), untuk semua. Ah, atau mungkin kita sudah sadar hanya saja tingkat kesadaran itu baru sampai tahap selemah-lemahnya iman, Hati. Atau tanggan kita berpotensi untuk menyadarkannya hanya saja kita terlena karena ketinggian itu ?! Mari sama-sama berdoa semoga lisan dan tangan kita dapat membenahi dengan baik.
Hijau hitam yang memikat hati.
Ahh, hijau yang indah. Hijau yang aroma semerbaknya menjalar ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar aktif bergerak. Hijau yang tampilannya selalu saja dapat menggairahkan untuk ‘menjadi’. Hijau yang bahkan tanpa kata dapat terbaca dan terdengar kemahadasyatannya. Hitam yang kokoh. Hitam yang meski perlahan luntur selalu dapat menguatkan kembali kokohnya. Betapa beruntung mereka yang merasakan aroma yang terpancar dari kombinasi hijau-hitam yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar