09, Juli 2012
Seharusnya dari judul di atas sudah dapat menggambarkan apa
yang ingin aku sampaikan. Ini bukan semata-mata untuk men-jatuh-kan,
men-jelek-kan, me-nyalah-kan, me-ngadudomba-kan, men-cari kambing hitam, atau
apalah. Tapi ini hanya bisikan dalam hati yang ‘heran’ dengan apa yang terjadi.
Ya, heran. Kenapa aku bisa rindu pada masa-masa yang aku sendiri belum pernah
melaluinya. Semoga perlahan bisa kita resapi dan mulai benahi.
Kawan, aku tahu betapa kalian sangat gembira BSA kembali
hijau. Perjuangan yang tak sia-sia hanya dapat dilihat dari hasil akhir bukan
?! iya, perjuangan menghijaukan BSA itu tidak sia-sia kawan. Sangat tidak.
Bahkan sekalipun hanya karena ‘satu angka’ yang entah jika saat itu aku masih
berfikir untuk tidak mengunjungi TPS masihkah BSA hijau ??!
Nyaris bukan, nyaris sekali hijau kecolongan. Pahamilah jika
bukan karena kekuatan Allah dan insan yang senantiasa konsisten dalam
ke-hijauan, bukankah sangat memungkinkan terjadi sesuatu yang tidak kawan-kawan
inginkan. (read: kekalahan) ?! (maaf menggunakan kata kawan-kawan bukan –kita-,
krn jujur saya sendiri tidak mengharapkan kemenangan ataupun kekalahan). Seperti
yg pernah saya katakan ketika sambutan pelantikan, “Saya tidak tahu ini rahmat
atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”. Ya, saya hanya berusaha
berbaik sangka pada Allah, jika ini musibah pastilah sesuatu tidak menyenangkan
terjadi. Tapi jika ini rahmat, maka pasti suatu kebaikan yang terjadi.
Ternyata, belakangan saya baru paham, saat ini mungkin memang
hijau –seperti- dalam kemunduran. Tapi tidak bisa dipungkiri kan? dalam
perjalanannya hijau selalu seperti itu, ketika nyaris tertidur selalu saja ada
yang membangunkan kan ?! Dan satu hal lain yang saya pahami, meskipun hijau
cukup sering nyaris tertidur tapi tetap
ada dan tetap bergerak karena hijau memiliki perbedaan. ‘I’ yang berbeda.
Sungguh, sangat berat jika dibayangkan ketika berada dalam
masa PEMBENAHAN padahal saya tidak mengerti sama sekali. Atau mungkin bisa
dibilang masa kemunduran lantas hilang ?! Hanya kita tinggal tentukan
mengartikan semua ini sebagai rahmat atau musibah. Kawan. Jika kawan2 berfikir
bahwa tidak perlu ada yang dibenahi, lantas mengapa saat ini –saya pribadi-
merasakan kehampaan aroma hijau ?? Jika tidak ada yang harus dibenahi, kenapa
ada yang dijudge ‘kader sampah’ ? Jika tidak ada yang harus dibenahi, bagaimana
mungkin ada rasa saling benci, atau minimal segan untuk saling berbagi bahkan
acuh untuk sekedar bertegur sapa ? padahal kita dalam satu wadah yang sama. Jika
tidak ada yang harus dibenahi, mengapa ada yang bergerak setengah hati ? Jika
tidak ada yang perlu dibenahi, aahh.
Hijau untuk semua ?! atau semua untuk hijau ?!
Sudahkah terpikirkan kawan, penyebab semua itu ? hanya satu
sebab yang saya tahu pasti. Kekuasaan. Setiap kita haus akan kekuasaan, padahal
sudah sangat jelas dalam Al-Qur’an, kekuasaan merupakan ujian. Terlena bukan ?!
kita terlena berada di atas tidak ingat bahwa kekuasaan yang kita raih itu
merupakan ujian besar. Ujian yang belum kita sadari perlahan-lahan mengikis
aroma hijau. Keberadaan di atas melupakan ‘esensi’ keberadaan kita di atas.
Kita, sepertinya baru bisa menjadi hijau yang hanya hijau itu sendiri yang
merasakan aromanya. Bukankah baiknya, dari hijau, oleh hijau dan (warna lain),
untuk semua. Ah, atau mungkin kita sudah sadar hanya saja tingkat kesadaran itu
baru sampai tahap selemah-lemahnya iman, Hati. Atau tanggan kita berpotensi
untuk menyadarkannya hanya saja kita terlena karena ketinggian itu ?! Mari
sama-sama berdoa semoga lisan dan tangan kita dapat membenahi dengan baik.
Hijau hitam yang memikat hati.
Ahh, hijau yang indah. Hijau yang aroma semerbaknya menjalar
ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar aktif bergerak. Hijau yang tampilannya selalu
saja dapat menggairahkan untuk ‘menjadi’. Hijau yang bahkan tanpa kata dapat
terbaca dan terdengar kemahadasyatannya. Hitam yang kokoh. Hitam yang meski
perlahan luntur selalu dapat menguatkan kembali kokohnya. Betapa beruntung
mereka yang merasakan aroma yang terpancar dari kombinasi hijau-hitam yang
indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar