Rabu, 21 Maret 2012

.. habibii qolbi ..


sebenernya ini catetan dari facebook yang udah sekitar setahun lalu dibuat, tapi entah kenapa pengen aja ngepost disini, hehe..


Ketika sendiri ku merenung ....

Seperti halnya yang biasa terjadi pada remaja, aku pun merasakannya. Tapi, tidak lagi seperti saat masih jauh dari bimbingan dan pelukan dalam pertemuan tiap minggu. Dulu, mudah sekali merasakannya, pun selalu terpenuhi segala keinginan hati. Kini, semakin dewasa, semakin mengerti, semakin memahami, tatkala timbul :istighfar; pas dateng :welcom; udah masuk :makin dalem.. hhmm susah ya.. ?!

Dia memang tidak diundang, tapi datang bgitu cepat, menyingkirkan berbagai isi kepala kita cuma buatnya.. *jahat kan ..tapi mau gmn lagi.. tinggal kuat2 hati.. ^^,

Kini pertempuran terjadi dalam hati, entah ia mengerti atau tak peduli..
Lihatlah, kerasnya siksa itu. Rasakan, goresan-goresan siksa itu. Cium, bau-bau kotor semerbak itu.
Dan dengarkan, teriak rintih perih karenanya. !!

Adalah aku . seorang muslim dengan cinta .
cinta menjadi hamba Allah SWT dan taat pada-Nya
cinta membaca Al-Qur’an dan selalu berusaha mengamalkannya
cinta untuk senantiasa melangkahkan kaki menuju majelis ilmu

Adalah aku . makhluk lemah butuh cinta .
cinta dari Sang Maha Kuasa
cinta dari penyampai kebenaran
cinta untuk dapat menerimaku apa adanya

Dia datang bgitu saja kawan dalam segumpal daging –yg apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya-dan ingatlah kawan bahwa segumpal daging itu adalah HATI. Segumapal daging yang setiap orang memilikinya, setiap orang senang dan sedih karenanya, dan tersiksa untuk menjaganya. Hanya mereka yang mengerti cara merawatnyalah yang dapat mengendalikan daging itu. Namun di mana ?? di mana aku dapat belajar merawatnya ?? kapan ?? kapan aku mampu mengendalikannya ?? bagaimana ?? bagaimana kawan aku dapat menjaganya ?? *sedang sugguh tersiksa aku dibuatnya ..
siapa ?? kepada siapa aku harus membaginya ?? *karena ‘itu’ semakin mendorong-dorong untuk melampiaskannya..

Fatimah. Siapa yang tidak mengenal Fatimah Az Zahra putri baginda Nabi Muhammad SAW. wanita yang mampu menjaga perasaannya. Tiga kali Fatimah menolak lamaran sahabat, yang pertama Abu Bakar Assidik –siapa yang tidak kenal Abu Bakar dengan segala kekayaan yang dimilikinya, tak terhitung betapa banyak saudagar kaya yang masuk islam karena sentuhan Abu Bakar-,namun dengan lebut Fatimah menolaknya . Yang kedua seseorang yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, Umar Bin Khatab. Seorang yang gagah dan perkasa, yang membuat setan pun berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut dibuatnya, tapi dengan lebut Fatimah menolak demi satu cinta di hatinya. Berikutnya Usman Bin Affan, namun lagi-lagi Fatimah menolaknya. Sungguh kekuatan perasaan itu yang mampu membutakan mata Fatimah untuk menolak lamaran sahabat itu. Ali dengan kemiskinannya bahkan untuk melamar Fatimah pun Beliau hanya mengandalkan keberanian dan harus menggadaikan baju besinya. Berjawabkan ‘Ahlan wa sahlan!’ atas lamarannya dan kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

lagu bagus nee... ^^,

_Seputih cintaku ini
Ingin kulukiskan didasar hatiku
Kesetiaan janjiku
Untuk pertahankan kasihku padamu

Bukalah mata hati
Kumasih cumbui bayang dirimu
Didalam mimpi
Yang mungkin takkan pernah
Membawamu digenggamku

Dirimu dihatiku tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku
Intan permata yang tak pudar
Tetap bersinar mengisi kesepian jiwaku

Kucoba memahami
Bimbangnya nurani kupastikan semua
Tak akan kuingkari
Terlalu banyak cinta yang mengisi
Datang dan pergi
Namun tak pernah bisa
Lenyapkanmu dibenakku
(krispatih : Tak Lekang oleh Waktu)_

Kawan.
Bilamana segumpal daging itu laksana "telur". maka...
Akan kuberikan warna putih pada telur itu untuk cintaku pada Illahi Rabbi beserta Rasul-Nya...
Setengah warna kuning untuk saudara seimanku...
Seperempatnya untuk kedua orang ayah ibuku...
Dan sebagiannya lagi untuk pendamping hidup beserta malaikat kecilku...

Akan terlapisi selalu warna kuning itu dengan warna putih –ku dasari selalu cinta untuk yang berada di dunia dengan cinta kepada Allah SWT-
Karena pertumbuhan embrio telur berawal dari warna kuning dan akan mengkontaminasi warna putih –maka aku tidak akan membiarkan cinta pada yang ada di dunia tumbuh hingga merusak cinta pada Allah SWT dan RasulNya-

“wahai manusia ! telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, dan penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Aku memang bukan Fatimah, tapi aku akan berusaha menjaga perasaan itu. Kawan. Jika ‘penyakit’ yang timbul dari virus merah jambu itu menyerang hati maka ingatlah ayat di atas, dan sembuhkanlah penyakit yang ada di dalam dada itu dengan banyak-banyak membaca Al-Qur’an serta mangamalkannya.

Apabila cinta ada di hati yang satu
Pasti juga cinta itu ada d hati yang lain
Karena tangan yang satu
Tak kan mungkin bisa bertepuk
Tanpa tangan yang lain
(Jalaluddin Rumi)

Percayalah kawan. Menjaga perasaan itu memang amat berat, terlalu banyak godaan dan cobaan yang harus dilalui. Tapi, jika kita mampu menjaganya ingat dan percayaalah bahwa -Perasaan itu Insyallah akan sangat indah ketika waktunya tiba.-

Minggu, 08 Januari 2012

Muroja'ah Supir Taksi


kemaren sore, selesai jam kuliah jam 17.05 --' apa banget sebetulnya kuliah hari senin masuk jam 16.30 dan cuma satu pelajaran..
nah kemaren sore tu gue balik naik taksi *gayaaa* mau ga mau sebetulnya, soalnya harus bawa speaker aktif *GEDE* 2 lagi dan penggorengan *GEDE* yang abis dipake buat acara ta'aruf BSA di cisarua 1 minggu yang lalu.. parah banget kan udah satu minggu belom dibalikin tu speaker aktif *GEDE* ama si penggorengan *GEDE* buanyak alesan yang tercipta, dari para "tetua-tetua" jurusan. Pas ngambil speker di rumah jg para "tetua-tetua" itu naik motor jam 9 malem.. ajibkan! abisan dibilang ngambilnya sore aja biar boleh pake mobil ayah eeh pada kebanyakan diloading sii, briefing sampe maghrib, ga bolehlah jadinya pake mobil ayah malem2. Qo jadi kesini-sini ceritanya yaa ??! kan pengen ceritain supir taksi sebetulnya.. zzzz .. dilanjut..

Pokoknya setelah acara ta'aruf itu speaker aktif *GEDE* ama penggorengan *GEDE* terlantar begitu aja di BEM :( sedih deh liatnya *hiks* katanya mau nganterin pulang hari selasa karena senin pada libur dan masih cape abis acara. yaudah. pas selasa, katanya nanti malem kalo siang panas. yaudah. ditunggu malem itu. ga pulang. trus bilang besok rabu yaa. oke. belum smpe jg hari rabunya. hhmmm. jum'at zi jum'at nanti dianterin. mana ? hari jum'at ga sampe juga keruma --'

kata ayah dihari minggu malem 'kamu besok pulang naik taksi mba, di bawa tu speaker sma ppenggorengannya, PTPT sana buat bayar taksi.' laaaaahhh itu si ayah ngmongnya enak banget yaa *tp bener jg si dari pada terlantar itu si speaker ama penggorengan di BEM*

hhm, alhasil hari senin sore abis kuliah 2 sks itu langsung lah pulang. ngambil speaker dlu si di BEM, Urwah deh yg bawa ke halte *gue nunggu di halte* .. ternyata speakernya di bawain Kak Kiki *black* yg bawa mobil, padahal pen ngmg tu sebelum kakak.a nurunin speaker 'kak anterin ke rumah sekalian dounk *tampang melas* tapiii udah terlanjur diturunin, ga enak jg si sebetulnya. Naah si Urwah lagi dah yang kebagian nyetop taksi *xixi* ga tega, tapi gemana lagi nanti ga ada yg jagain speaker kalo semuanya nyetop taksi.

Naaah pas udah di dalem taksi -supirnya bantu masukin speaker jg si ke bagasi- pas baru masuk-duduk | gue: 'ke ciracas ya pak, yg deket kampung rambutan' | supir taksi: ohh, iyaa, sambil dengerin murotal ya de, lagi dengerin tadi, tanggung.' | gue: ohh iya pak gapapa, bagus malah.| tapi sodara sodara!! permasalahannya tu bukan si sopir 'just' dengerin murotal, tapi beliau muroja'ah ternyata. Terbukti karena sepanjang perjalanan si bapaknya baca juga, ga cuma dengerin aja zzzzz agakanya hafalannya sudah banyak, soalnya gue ga tau itu juz berapa yang dibacaa, tapi gue pernah denger yang bacanya itu, suaranya sama kayak Al-Qur'an Digital yang sekarang di pake si fafa di NF. Subhanallah yaaah... dan satu lagi! kata-kata 'TANGGUNG' si bapak itu ga jelas, yang ternyata sampe rumah gue tu murotal disetel. Subhanallah yaa *lagi* mantep! baru pertama kali naik taksi supirnya ijin buat dengerin murotal sepanjang perjalanan.

Oiya, taksi yang gue naikin adalah taksi langganan ayah kalo mau ke bandara (a.k.a keluar kota) biasanya ayah di jemput di rumah sama taksi itu, soalnya itu salah satu taksi yang terpercaya :D dan warna armadanya bagus (baca: biru). Gue naik armada bertuliskan SE 119. Andai banyak supir taksi yang kaya bapak itu, pasti lebih banyak deh yang berani naik taksi sendiri biarpun tengah malem. Sangat sedikit sekali supir seperti itu, malah mungkin ga sampe sebanyak jari tangan kaki, tapi two tumps up deh buat bapak itu.